Selasa, 13 November 2018

Cara paling efektik berkebun matoa

Matoa adalah tamanan yang berasal dari papua. Tanaman ini merupakan tanaman berkayu yang memiliki biji berkeping satu, meliliki daun yang berbentuk seperti daun coklat. Namun bedanya bila daun coklat langsung menempel pada batang, sedsngkan matoa daunya menempel pada tangkai daun. Satu tangkai daun biasanya terdiri dari 7-15 daun.

Gambar 1 matoa yang sedang berbuah lebat.

Buah matoa memiliki kulit yang renyah. Buahnya terletak pada tiap ujung-ujung tangkainya. Setiap buah yang sudah masah berwarna hijau kekuning-kuningan. Daging buahnya manis dan lebih mirip dengan rambutan atau kelengkeng. Tidak seperti rambutan yang memiliki cabang yang banyak, tanaman ini memiliki hanya cabang yang sedikit sehingga jarang dapat berbuah lebat. Agar dapat berbuah lebat ada beberapa trik sebagai berikut:

1. Pemilihan bibit.

Biji yang di pakai untuk bibit sebaiknya berasal dari pohon yang sudah tua umurnya. Karena pohon yang sudah tua biasanya menghasilkan biji yg berkualitas baik dan biasanya akan sama sifatnya dengan sifat induknya. Sedangkan biji dari pohon yg masih muda biasanya akan berubah sifatnya. Cucilah dan rendamlah biji yang telah di pilih hingga berkecambah, setelah berkecambah pindahkan ke dalam polibag.

2. Penanaman.

Sebelum melakukan penanaman buatlah lubang seukuran setengah 50cm-70cm isilah lubang tersebut dengan pupuk kompos. Dan diamkan sekitar 4-7 hari agar panas yang terkandung di dalam kompos hilang. Setelah itu letakan bibit matoa dan timbun dengan tanah biasa. Bibit yang baik adalah seukuran lutut sampai ulu hati. Sebab berdasarkan pengalaman penulis bibit sebesar itu akan mudah hidup.

3. Perawatan pasca penanaman

Perawatan pasca penanaman tidaklah begitu rumit. Matoa memiliki daya tahan terhadap hama. Hama yang menyerang ada semut dan ulat. Selain ini ada pula jamur yang dapat membusukan akar tanaman. Cuma yang satu ini jarang di jumpai. Biasanya jamur hanya menyerang jika tanah mengandung air yang berlebihan. Oleh karena itu tanah yang berada pada pangkal matoa harus di tinggikan secara berkala. Ingat pohon ini memiliki cabang yang tidak terlalu banyak, sedangkan buah nya berada di ujung ujung cabang. Oleh sebab itu agar dapat berbuah lebat harus di adakan pemangkasan pada cabang cabangnya. Sehingga akan tumbuh tunas baru yang akan memperbanya cabang. Hal ini memungkinkan matoa dapat berbuah lebat.

Selamat mencoba semoga bermanfaat ya. Jangan lupa like and share


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebun mangga yang menguntungkan

Mangga adalah jenis tanaman berkayu